Kamis, 28 November 2013

tugas minggu ke 10

TUGAS MINGGU KE 10
SOAL!
1.       Sebutkan dan jelaskan metode pendekatan sumber daya manusia!
2.       Untuk apa organisasi membuat rancangan kompensasi bagi karyawannya?
3.       Apa perbedaan analisis beban kerja dan analisis tenaga kerja?
4.       Apayang akan dilakukan karyawan jika terjadi ketidaksepakatan dengan perusahaan tempat   mereka bekerja?
5.       Sebutkan hubungan yang mengatur antara tenaga kerja dengan manajer suatu perusahaan!
JAWABAN!
1.       Berikut adalah macam macam metode pendekatan sumber daya manusia:
1.       Pendekatan Mekanis
Mekanisasi (otomatisasi) adalah mengganti peranan tenaga kerja manusia dengan tenaga mesin untuk melakukan pekerjaan. Penggantian ini didasarkan kepada pertimbangan ekonomis, kemanusiaan, efektifitas, dan kemampuan yang lebih besar dan lebih baik.
Pendekatan mekanis ini menitikberatkan analisisnya kepada spesialisasi, efektifitas, standardisasi dan memperlakukan karyawan sama dengan mesin. Spesialisasi semakin mendalam dan pembagian kerja semakin mendetail sebagai akibat perkembangan perusahaan dan kemajuan teknologi camggih. Dalam hal ini seorang pekerja hanya mengerjakan satu jenis pekerjaan saja.
Keuntungan spesialisasi ini, pekerja semakin terampil dan efektivitas semakin besar. Kelemahannya, pekerjaan membosankan para pekerja, mematikan kreativitas, dan kebanggaan mereka dalam bekerja semakin berkurang.
Standardisasi diterapkan sehingga pemindahan pekerjaan dari manusia kepada mesin antara komponen yang satu dengan komponen yang lain dapat saling dipertukarkan serta spesialisasi mesin-mesin, peralatan, tata letak, dan pabrik pada umumnya.
Pendekatan Mekanis ini akan mengakibatkan timbulnya masalah-masalah berikut:
a) Pengangguran Teknologi
b) Keamanan ekonomis
c) Organisasi buruh
d) Kebanggaan dalam pekerjaan 
2. Pendekatan Paternalis
Pada pendekatan paternalis (paternalistic approach), manajer untuk pengarahan bawahannya bertindak seperti bapak terhadap anak-anaknya. Para bawahan diperlakukan dengan baik, fasilitas-fasilitas diberikan, bawahan dianggap sebagai anak-anaknya. Misalnya, diberikan pinjaman uang serta didirikan toko sehingga karyawan dapat membeli keperluannya secara kredit.
3. Pendekatan Sistem Sosial
Pendekatan sistem sosial ini memandang bahwa organisasi/perusahaan adalah suatu sistem yang kompleks yang beroperasi dalam lingkungan yang komleks yang bisa disebut sebagai sistem yang ada di luar. Setiap karyawan betapun rendah kedudukannya dan kecil jasanya harus tetap mendapat penghargaan yang baik agar tujuan perusahaan tercapai. Karena pada hakikatnya ego manusia selalu menganggap dirinya adalah penting. Sistem adalah suatu proses yang terdiri dari berbagai unsur atau komponen yang satu sama lain berkaitan secara struktual dan fungsional, saling menunjang dan mengisi, sesuai dengan peran dan kedudukanb masing-masing namun keseluruhannya secara mutlak didukung oleh setiap komponen, betapun kecil nilainya. Jadi setiap sistem mengandung masukan (input), proses, keluaran (output), dan merupakan sebuah kesatuan yang bekerja sendiri. Jelasnya, pendekatan sistem sosial ini mengutamakan kepada hubungan harmonis, interaksi yang baik, saling menghargai, saling membutuhkan, dan saling mengisi sehingga terdapat suatu total sistem yang baik.
2.       Tujuan sebuah organisasi membuat rancangan  kompensasi bagi karyawannya adalah untuk memikat dan menahan karyawan karyawan yang cakap, memotivasi para karyawan dan mematuhi peraturan hukum, dan menentukan sistem gaji.
3.       Perbedaan analisis beban kerja dengan analisis tenaga kerja ada pada pengertiannya. Analisi beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan dalam waktu tertentu. Sedangkan analisis tenagakerja adalah suatu aktivitas untuk mengkaji, mempelajari, mengumpulkan, mencatat, dan menganalisa ruang lingkup tenaga kerja secara sistematis.
4.       Bila terjadi ketidak sepakatan antara karyawan dengan perusahaan, karyawan tersebuttetap harus memperjuangkan hak nya yang harus didapat dari perusahaan tempat mereka bekerja. Atau jika diperlukan, karyawan serta pihak manajeme perusahaan bisa mengadakan pertemuan guna membahas hal yang menjadikan ketidaksepakatan itu ada dan mencari kebijakan kebijakan yang memberi untuk bagi karyawan dan perusahaannya.
5.       Hubungan yang mengatur antara tenaga kerja dengan manajer suatu perusahaan adalah sebagai berikut:
·         Closed shop agreement : hanya berlaku bagi pekerja yang telah bergabung menjadi anggota.
·         Union shop agreement : mengharuskan para pekerja untuk menjadi anggota serikat pada periodetertentu.

·         Open shop agreement : memberikan kebebasan pekerja untuk menjadi atau tidak anggota serikat kerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar