TUGAS MINGGU KE 10
SOAL!
1. Sebutkan
dan jelaskan metode pendekatan sumber daya manusia!
2. Untuk apa
organisasi membuat rancangan kompensasi bagi karyawannya?
3. Apa
perbedaan analisis beban kerja dan analisis tenaga kerja?
4. Apayang
akan dilakukan karyawan jika terjadi ketidaksepakatan dengan perusahaan tempat mereka bekerja?
5. Sebutkan hubungan
yang mengatur antara tenaga kerja dengan manajer suatu perusahaan!
JAWABAN!
1.
Berikut adalah macam macam metode pendekatan
sumber daya manusia:
1.
Pendekatan Mekanis
Mekanisasi (otomatisasi) adalah
mengganti peranan tenaga kerja manusia dengan tenaga mesin untuk melakukan
pekerjaan. Penggantian ini didasarkan kepada pertimbangan ekonomis,
kemanusiaan, efektifitas, dan kemampuan yang lebih besar dan lebih baik.
Pendekatan mekanis ini menitikberatkan
analisisnya kepada spesialisasi, efektifitas, standardisasi dan memperlakukan
karyawan sama dengan mesin. Spesialisasi semakin mendalam dan pembagian kerja
semakin mendetail sebagai akibat perkembangan perusahaan dan kemajuan teknologi
camggih. Dalam hal ini seorang pekerja hanya mengerjakan satu jenis pekerjaan
saja.
Keuntungan spesialisasi ini, pekerja
semakin terampil dan efektivitas semakin besar. Kelemahannya, pekerjaan
membosankan para pekerja, mematikan kreativitas, dan kebanggaan mereka dalam
bekerja semakin berkurang.
Standardisasi diterapkan sehingga
pemindahan pekerjaan dari manusia kepada mesin antara komponen yang satu dengan
komponen yang lain dapat saling dipertukarkan serta spesialisasi mesin-mesin,
peralatan, tata letak, dan pabrik pada umumnya.
Pendekatan Mekanis ini akan
mengakibatkan timbulnya masalah-masalah berikut:
a) Pengangguran Teknologi
b) Keamanan ekonomis
c) Organisasi buruh
d) Kebanggaan dalam pekerjaan
2. Pendekatan Paternalis
Pada pendekatan paternalis (paternalistic
approach), manajer untuk pengarahan bawahannya bertindak seperti bapak
terhadap anak-anaknya. Para bawahan diperlakukan dengan baik,
fasilitas-fasilitas diberikan, bawahan dianggap sebagai anak-anaknya. Misalnya,
diberikan pinjaman uang serta didirikan toko sehingga karyawan dapat membeli
keperluannya secara kredit.
3. Pendekatan Sistem Sosial
Pendekatan sistem sosial ini memandang
bahwa organisasi/perusahaan adalah suatu sistem yang kompleks yang beroperasi
dalam lingkungan yang komleks yang bisa disebut sebagai sistem yang ada di
luar. Setiap karyawan betapun rendah kedudukannya dan kecil jasanya harus tetap
mendapat penghargaan yang baik agar tujuan perusahaan tercapai. Karena pada
hakikatnya ego manusia selalu menganggap dirinya adalah penting. Sistem adalah
suatu proses yang terdiri dari berbagai unsur atau komponen yang satu sama lain
berkaitan secara struktual dan fungsional, saling menunjang dan mengisi, sesuai
dengan peran dan kedudukanb masing-masing namun keseluruhannya secara mutlak
didukung oleh setiap komponen, betapun kecil nilainya. Jadi setiap sistem
mengandung masukan (input), proses, keluaran (output), dan merupakan sebuah
kesatuan yang bekerja sendiri. Jelasnya, pendekatan sistem sosial ini
mengutamakan kepada hubungan harmonis, interaksi yang baik, saling menghargai,
saling membutuhkan, dan saling mengisi sehingga terdapat suatu total sistem
yang baik.
2.
Tujuan sebuah organisasi membuat
rancangan kompensasi bagi karyawannya adalah
untuk memikat dan menahan karyawan karyawan yang cakap, memotivasi para
karyawan dan mematuhi peraturan hukum, dan menentukan sistem gaji.
3.
Perbedaan analisis beban kerja dengan analisis
tenaga kerja ada pada pengertiannya. Analisi beban kerja adalah proses untuk
menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk
merampungkan suatu pekerjaan dalam waktu tertentu. Sedangkan analisis
tenagakerja adalah suatu aktivitas untuk mengkaji, mempelajari, mengumpulkan,
mencatat, dan menganalisa ruang lingkup tenaga kerja secara sistematis.
4.
Bila terjadi ketidak sepakatan antara karyawan
dengan perusahaan, karyawan tersebuttetap harus memperjuangkan hak nya yang
harus didapat dari perusahaan tempat mereka bekerja. Atau jika diperlukan,
karyawan serta pihak manajeme perusahaan bisa mengadakan pertemuan guna
membahas hal yang menjadikan ketidaksepakatan itu ada dan mencari kebijakan
kebijakan yang memberi untuk bagi karyawan dan perusahaannya.
5.
Hubungan yang mengatur antara tenaga kerja
dengan manajer suatu perusahaan adalah sebagai berikut:
·
Closed shop agreement : hanya berlaku bagi
pekerja yang telah bergabung menjadi anggota.
·
Union shop agreement : mengharuskan para pekerja
untuk menjadi anggota serikat pada periodetertentu.
· Open shop agreement : memberikan kebebasan pekerja untuk menjadi atau tidak anggota serikat kerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar